Pantun berikut merupakan koompilasi, apresiasi, komplikasi, dan partisipasi dalam membuat sebuah perpaduan kata yang dicampur sedemikian rupa dan di tambah sedikit bumbu sehingga terjadilah perpaduan kata yang harmonis.
Berikut ini adalah contoh beberapa pantun yang tidak seberapa :
Beli bakso ke bu umi,
Ke bu umi pakai ferrari,
Kalau ingin dihargai,
Belilah bakso ke bu umi.
Pohon cemara,
Pohon beringin,
Ayo ke sana,
Ada pohon beringin.
Buah anggur,
Buah delima,
Daripada nganggur,
Mari berusaha.
Burungku-burungmu,
Berkicau di malam hari,
Ingatlah pada orang tuamu,
Yang merawatmu dulu setiap hari.
Jalan-jalan ke pulau bali,
Jangan lupa mampir ke pantai kuta,
Lihat-lihat sambil jalan kaki,
Melihat turis aduhai indahnya.
Contoh pantun 3 karat :
Awali pagimu dengan senyuman,
Kalau ga ada orang yang bisa kamu senyumi,
ya... senyum-senyum aja sendiri.
Contoh pantun Jawa (Ngoko) :
Budal ngetan tuku boto,
Ora lali tuku kloso,
Golek bojo sing iso dijak urip soro,
Sakwayah2 iso dikon nyithak boto.
Mlaku-mlaku nang Jogjakarta,
Mesisan mampir nang Ponorogo,
Lanek pedahan nggwe speda,
Ojok lali nyowone di jogo.
Mungkin pantun di atas ada yang benar dan ada yang tidak,
jika ingin menggunakan pantun di atas coba cek sekali lagi ciri-ciri sebuah pantun.
(Saya hanya membuat pantun tersebut hanya untuk kesenangan semata.)
Terima kasih atas kunjungannya, lain kali balik lagi ya?
Wassalam.
Baca Selengkapnya →
Berikut ini adalah contoh beberapa pantun yang tidak seberapa :
Beli bakso ke bu umi,
Ke bu umi pakai ferrari,
Kalau ingin dihargai,
Belilah bakso ke bu umi.
Pohon cemara,
Pohon beringin,
Ayo ke sana,
Ada pohon beringin.
Buah anggur,
Buah delima,
Daripada nganggur,
Mari berusaha.
Burungku-burungmu,
Berkicau di malam hari,
Ingatlah pada orang tuamu,
Yang merawatmu dulu setiap hari.
Jalan-jalan ke pulau bali,
Jangan lupa mampir ke pantai kuta,
Lihat-lihat sambil jalan kaki,
Melihat turis aduhai indahnya.
Contoh pantun 3 karat :
Awali pagimu dengan senyuman,
Kalau ga ada orang yang bisa kamu senyumi,
ya... senyum-senyum aja sendiri.
Contoh pantun Jawa (Ngoko) :
Budal ngetan tuku boto,
Ora lali tuku kloso,
Golek bojo sing iso dijak urip soro,
Sakwayah2 iso dikon nyithak boto.
Mlaku-mlaku nang Jogjakarta,
Mesisan mampir nang Ponorogo,
Lanek pedahan nggwe speda,
Ojok lali nyowone di jogo.
Mungkin pantun di atas ada yang benar dan ada yang tidak,
jika ingin menggunakan pantun di atas coba cek sekali lagi ciri-ciri sebuah pantun.
(Saya hanya membuat pantun tersebut hanya untuk kesenangan semata.)
Terima kasih atas kunjungannya, lain kali balik lagi ya?
Wassalam.